HUBUNGAN OBESITAS ABDOMINAL DENGAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA LAKI-LAKI USIA DEWASA

Jeki Refialdinata

Abstract


Obesitas abdominal merupakan salah satu prediktor diabetes mellitus tipe 2 (DM tipe 2) yang lebih baik dibandingkan dengan obesitas secara keseluruhan. Peningkatan lemak di daerah perut menimbulkan kecenderungan penurunan aksi insulin pada jaringan sasaran yang menimbulkan peningkatan kadar glukosa dalam darah.
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan obesitas abdominal dengan kadar gula darah puasa pada laki-laki usia dewasa di wilayah Kerja Puskesmas kuranji, Kota Padang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah 30 orang laki-laki dewasa dengan obesitas abdominal yang sebelumnya telah berpuasa selama minimal 8 jam. Subjek penelitian berusia 30-60 tahun diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur lingkar pinggang dengan menggunakan metline, dan mengukur kadar glukosa darah dengan menggunakan glukocheck. Selanjutnya data dianalisis dengan program SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ukuran lingkar pinggang dapat menyebabkan naiknya kadar gula darah pada laki-laki usia dewasa dengan obesitas abdominal. Oleh sebab itu, ukuran lingkar pinggang dapat memprediksikan naiknya kadar gula darah pada laki-laki usia dewasa dengan obesitas abdominal.

Kata Kunci: Obesitas abdominal; gula darah puasa; laki-laki dewasa


Full Text:

PDF

References


Gibney M: Gizi kesehatan masyarakat. Jakarta, EGC 2008

Brashers V: Aplikasi klinis patofisiologi: Pemeriksaan dan manajemen. Jakarta, EGC 2007

Tandra H: Segala sesuatu yang harus anda ketahui tentang diabetes: Panduan lengkap mengenal dan mengatasi diabetes dengan cepat dan mudah. Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama 2007

Hartini S: Diabetes siapa takut: Panduan lengkap untuk diabetesi, keluarganya, dan profesional medis. Bandung, Qanita 2009

Sudoyo AW, Bambang S, Idrus A, Marcellus SK, Siti S: Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta. IP 2009.

Vol. 1 No. 1 Desember 2018 Jurnal Kesehatan Lentera ‘Aisyiyah ISSN: 2654-8445

UPPM Akademi Keperawatan ‘Aisyiyah Padang

Champe P: Biokimia: Ulasan bergambar. Jakarta, EGC 2010

Farida: Hubungan diabetes mellitus dengan obesitas berdasarkan indeks masa tubuh dan lingkar pinggang data riskesdas 2007. Buletin penelitian kesehatan 2010, 38(1), 36-42

Lipoeto NI: Hubungan nilai antropometri dengan kadar glukosa darah. Medika 2007, 23-28

International Diabetes Federation [IDF]: One adult in en will have diabetes by 2030. Diakses dari http://www.idf.org 2010

Sutedjo AY: Lima strategi penderita diabetes melitus berusia panjang. Yogyakarta, Kanisius 2010

Dinas kesehatan Kota Padang: Profil kesehatan kota padang tahun 2012. Diakses dari http://dinkeskota padang1. files. wordpress.Com 2013

Cahyono S: Gaya hidup dan penyakit modern. Yogyakarta, Kanisius 2008

Dahlan S: Statistika untuk kedokteran dan kesehatan. Jakarta, Salemba medika 2011

Rachmat M: Buku ajar biostatistika: Aplikasi pada penelitian kesehatan. Jakarta, EGC 2012

Pusparini: Obesitas sentral, sindroma metabolik dan diabetes mellitus tipe

dua. Universa medicina 2007, 26(4): 195-204

Dewi M: Resistensi insulin terkait obesitas : Mekanisme endokrin dan intrinsik sel. Jurnal gizi dan pangan 2007, 2(2): 49-54

Sandeep K: Visceral & subcutaneous abdominal fat in relation to insulin resistance & metabolic syndrome in non-diabetic south indians. Indian journal med res 2010, 131: 629-634

Kumari S: Anthropometry and diabetes. International Journal of Food and Nutritional Sciences 2013, 2(4): 52-54

Trisnawati SK, Setyorogo S: Faktor resiko kejadian diabetes melitus tipe 2 di puskesmas kecamatan Cengkareng Jakarta Barat tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan 2013, 5(1): 6-11

Irawan D: Thesis: Prevalensi dan faktor risiko kejadian diabetes mellitus tipe 2 di daerah urban Indonesia (Analisa data sekunder Riskesdas 2007). Universitas Indonesia 2010

Zaimah Z: Manfaat serat bagi kesehatan. Medan, Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Sumetera Utara 2009

Vol. 1 No. 1 Desember 2018 Jurnal Kesehatan Lentera ‘Aisyiyah ISSN: 2654-8445

UPPM Akademi Keperawatan ‘Aisyiyah Padang

Santoso A: Serat pangan (dietary fiber) dan manfaatnya bagi kesehatan. Magistra 2011, 75: 36-40

Robert E: Dietary fiber for the treatment of type 2 diabetes mellitus : A meta analisis. Jabfm 2012, 25(1): 16-23

Kamath A: Body mass index and waist circumference in tipe 2 diabetes mellitus patients attending a diabetes clinic. International journal of biological and medical research 2011, 2(3) 636-638

D’adamo P: Penemuan baru memerangi diabetes melalui diet golongan darah. Yogyakarta, PT Bentang Pustaka 2009

Feller S: Body mass index, waist circumferenceant the risk of tipe 2 diabetes mellitus. Medicine 2010, 107(26): 470-476


Refbacks

  • There are currently no refbacks.